Filsafat Dan Sejarah Ai

AI - Hi Guys! Apa Anda tau AI? AI (Artificial Intelligence) disebut juga Kecerdasan Buatan. Masalah definisi AI beda-beda. Pendapat saya AI ialah kemampuan sistem untuk mendefinisikan suatu data eksternal dengan benar. Kita eksklusif saja ke pembahasannya.

 Pendapat saya AI ialah kemampuan sistem untuk mendefinisikan suatu data eksternal dengan Filsafat dan Sejarah AI

Apa itu AI ?

Ternyata tidak ada definisi yang niscaya sama sekali, tetapi bidang itu selalu didefinisikan ulang setiap saat.

Aspek-aspek filosofis AI:
  • Apakah sikap cerdas menyiratkan atau membutuhkan keberadaan ''pikiran'', dan sejauh mana kesadaran sanggup ditiru sebagai proses komputasi.
  • Pembangunan alat AI yang simpel berguna, dengan mengabaikan pertimbangan perihal “kesadaran” alasannya hal ini cenderung dilakukan hanya dalam cara merancang solusi kerja untuk persoalan nyata.

1. Sejarah Singkat AI

  • Artificial Intelligence (AI) ialah subdisiplin Ilmu Komputer.
  • Bisa dibilang setua Ilmu Komputer itu sendiri.
  • Alan Turing (1912-1954) mengusulkan mesin Turing - model formal yang mendasari teori perhitungan - sebagai model dengan kapasitas setara untuk melaksanakan perhitungan sebagai insan ( mengabaikan hambatan sumber daya di kedua sisi).
  • Pada tahun 1956 di Dartmouth College, istilah AI pertama dipakai dalam judul seminar demam isu panas, yang dikenal sebagai konferensi Dartmouth oleh John McCarthy (1927-2011) - sering disebut sebagai Bapak AI. 
  • Pada tahun 1940-an dan 1950-an, persoalan AI yang paling khas ialah permainan.
  • Pada tahun 1960-an, terkait dekat dengan permainan, algoritma pencarian dan perencanaan (search and planning algorithms) ialah area di mana AI mengarah pada kemajuan besar.
    • Algoritma pencarian A*
    • Pemangkasan alpha-beta (alpha-beta pruning).
  • Pada tahun 1960-an jaringan syaraf tiruan (artificial neural networks) secara luas diyakini untuk menuntaskan semua persoalan AI dengan menggandakan prosedur pembelajaran di alam (seperti sistem saraf sentra insan dan otak, khususnya).
  • Pada tahun 1980-an membawa gelombang gres metode AI menurut metode berbasis logika.
    • Sistem pakar (expert systems)
  • Pada selesai 1990-an, istilah ’’AI Klasik” atau ''Good Old-Fashioned AI'' (GOFAI) mulai digantikan dengan ''AI modern’’.
  • Mampu menangani info yang tidak niscaya dan tidak tepat, (metode probabilistik, dirancang untuk bekerja di dunia nyata, kembalinya jaringan saraf di bawah label Deep Learning)

2. Filsafat AI

  • Kontribusi yang paling dikenal untuk AI oleh Turing ialah permainan tiruannya (imitation game), yang kemudian dikenal sebagai tes Turing.
    • Argumennya ialah bahwa bila komputer tidak sanggup dibedakan dari insan dalam percakapan bahasa alami umum (general natural language conversation), maka harus telah mencapai kecerdasan tingkat insan (human-level intelligence).
  • Argumen Turing bahwa apakah makhluk itu cerdas atau tidak, sanggup diputuskan menurut sikap yang ditunjukkannya, telah ditentang oleh beberapa orang.
    • Argumen yang paling populer ialah eksperimen pemikiran John Searle's Chinese Room.
    • Searle beropini bahwa bila sebuah mesin berperilaku dengan cara yang cerdas, misalnya, dengan lulus tes Turing, itu tidak berarti bahwa itu cerdas atau bahwa ia mempunyai ''pikiran’’ menyerupai manusia.
  • Definisi kecerdasan, alami atau buatan, dan kesadaran sepertinya tampaknya tidak pernah berakhir.
    • Namun, menyerupai yang dikatakan John McCarthy, filosofi AI ialah '' mustahil mempunyai pengaruh lebih pada praktik penelitian AI daripada filosofi sains pada praktik sains. ''

3. Chinese Room

  • Argumen Chinese Room ialah eksperimen pemikiran dari John Searle (1980a) dan derivasi terkait (1984).
    • Ini ialah salah satu konter paling populer dan banyak dikreditkan untuk klaim kecerdasan buatan (AI) --- yaitu, untuk klaim bahwa komputer melaksanakan atau setidaknya bisa (suatu hari nanti) berpikir. 
    • Menurut presentasi orisinil Searle, argumen tersebut didasarkan pada dua klaim utama: otak menjadikan pikiran dan sintaksis tidak cukup untuk semantik. Targetnya ialah apa yang dijuluki Searle "AI kuat.”
    • Menurut AI yang kuat, Searle mengatakan, "komputer bukan hanya alat dalam mempelajari pikiran, melainkan komputer yang diprogram dengan sempurna benar-benar ialah pikiran dalam arti bahwa komputer yang diberi aktivitas yang sempurna sanggup secara harfiah dikatakan memahami dan mempunyai keadaan kognitif "(1980a, p. 417).
  • Searle mengkontraskan “AI kuat” dengan "AI lemah.”
    • Menurut AI yang lemah, komputer hanya mensimulasikan pemikiran, pemahaman mereka yang tampak bukan pemahaman yang konkret (hanya sebagai-jika), perhitungan yang tampak mereka hanya sebagai perhitungan-jika, dll.
    • Namun demikian, simulasi komputer berkhasiat untuk mempelajari pikiran (seperti untuk mempelajari cuaca dan hal lainnya).

4. Etika AI

  • Etika kecerdasan buatan ialah potongan dari adat teknologi khusus untuk robot dan produk artifisial cerdas lainnya.
    • Etika AI menliputi persoalan dengan sikap moral insan ketika mereka merancang, membangun, memakai dan memperlakukan makhluk cerdas secara artifisial, dan adat mesin, yang berkaitan dengan sikap moral distributor buatan (artificial moral agents - AMAs) .
  • Istilah "etika robot" (roboethics) mengacu pada moralitas bagaimana insan merancang, membangun, memakai dan memperlakukan robot dan makhluk cerdas artifisial lainnya (Veruggio, Gianmarco (2007). "The Roboethics Roadmap". Scuola di Robotica: 2.).
    • Ini mempertimbangkan bagaimana makhluk cerdas buatan sanggup dipakai untuk membahayakan insan dan bagaimana mereka sanggup dipakai untuk memberi manfaat bagi manusia.

5. Ancaman Terhadap Martabat Manusia

Joseph Weizenbaum beropini pada tahun 1976 bahwa teknologi AI dihentikan dipakai untuk menggantikan orang-orang di posisi yang membutuhkan rasa hormat dan perawatan, menyerupai yang ada di bawah ini:
  • Perwakilan layanan pelanggan (teknologi AI sudah dipakai hari ini untuk sistem respons bunyi interaktif berbasis telepon).
  • Seorang terapis (seperti yang diusulkan oleh Kenneth Colby pada 1970-an).
  • Seorang perawat anak untuk orang renta (seperti yang dilaporkan oleh Pamela McCorduck dalam bukunya The Fifth Generation).
  • Tentara.
  • Hakim.
  • Polisi.
Demikian cuma segitu klarifikasi perihal AI, bila ada masukan silahkan jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar. Semoga bermanfaat.
Terimakasih.

0 Response to "Filsafat Dan Sejarah Ai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel